Bionic Hand : Hasil Perkembangan Teknologi Untuk Pasien Amputasi Tangan
Prosthetic limbs in store at the Science Museum, London
http://journal.sciencemuseum.ac.uk/browse/issue-08/prosthetic-limbs-on-display/
Tangan merupakan anggota gerak tubuh yang digunakan hampir di setiap
aktivitas kehidupan. Pada keadaan
tertentu, seseorang dapat kehilangan fungsi tangan seperti pada pasien amputasi
tangan. Amputasi dapat dilakukan karena
beberapa sebab yaitu trauma kecelakaan, diabetes, penyumbatan berat pembuluh
darah, infeksi (osteomielitis atau
fasciitis), sarkoma jaringan lunak, sarkoma osteogenik, melanoma, kanker sel
skuamosa kulit, dan kelainan bawaan (Sarvestani & Azam 2013).
Amputasi tangan berdampak pada menurunnya
kualitas hidup pasien yakni aktivitas kehidupan sehari-hari menjadi terbatas
dan kadang disertai gangguan psikologis. Untuk mengatasi hal ini, telah
dikembangkan teknologi Bionic Hand, yaitu tangan buatan yang berfungsi untuk
menggantikan tangan yang telah diamputasi. Bionic hand dapat membantu pasien
amputasi tangan dalam melakukan aktivitas seperti makan, membawa benda, mengaduk
minuman, membuka pintu, dan lain-lain.
Agar bisa menikmati manfaat Bionic Hand, sebelumnya perlu
dilakukan proses reinervasi saraf tangan yaitu memperbaiki distribusi saraf
pada tangan pasien karena akses
informasi ke saraf yang berada di tangan hilang pasca amputasi. Teknik bedah
yang dilakukan adalah Targeted Muscle Reinnervation (TMR) yakni mentransfer saraf
pada tangan ke otot target atau otot alternatif. Setelah proses reinervasi,
otot target ini menghasilkan sinyal elektromirogram (EMG) pada permukaan kulit
yang dapat diukur dan digunakan untuk menggerakkan Bionic Hand (Kuiken et al.
2009).
Sesuatu yang baru seperti menggunakan Bionic Hand
tentu tidaklah mudah bagi pasien amputasi tangan. Pasien membutuhkan waktu
untuk menyesuaikan diri dengan Bionic Hand yang terpasang menggantikan
tangannya dalam melakukan berbagai aktivitas. Penelitian yang dilakukan oleh
Kuiken et al. 2009 menyatakan bahwa pasien yang baru menggunakan Bionic Hand
umumnya dapat melakukan satu gerakan dalam satu waktu dan kadang bisa
mengoperasikan dua sendi secara bersamaan untuk melakukan tugas. Sendi pada
Bionic Hand sebenarnya mampu bergerak dengan kecepatan relatif tinggi, namun
pasien umumnya memilih mengoperasikan Bionic Hand pada kecepatan yang lebih
lambat untuk memungkinkan kontrol yang lebih akurat. Latihan yang dilakukan
secara rutin dapat meningkatkan performa Bionic Hand pada pasien.
Bionic Hand pertama kali digunakan pada tahun 1998.
Edinburgh Modular Arm System (EMAS) yang dikenal sebagai ‘lengan bionik pertama
di dunia’ dipasangkan pertama kali ke pengusaha hotel Campbell Aird yang telah
kehilangan lengannya karena kanker. Bionic Hand tersebut beratnya 1,8 kg,
bertenaga baterai, dan dikendalikan oleh sensor mikro elektronik. Edinburgh
Modular Arm System (EMAS) baru dikomersialkan pada tahun 2007 dan merupakan
Bionic Hand komersial pertama yang memiliki lima jari yang didukung secara
individual (Goggins et al. 2017). Bionic Hand pertama ini memberikan harapan
bagi pasien amputasi tangan untuk memiliki hidup yang lebih berkualitas pasca
amputasi tangan.
Penelitian tentang Bionic Hand terus berkembang
seiring kemajuan teknologi. Zuniga et al. 2015 menyatakan bahwa Bionic Hand bisa
diciptakan dari bahan-bahan berbiaya rendah. Bahan-bahan tersebut ialah
polylactide (PLA) plastic and acrylonitrile butadiene styrene (ABS), Chicago
screws of various sizes, 1 mm lift nylon cord, 1.5 mm elastic cord, Velcro,
medical-grade firm padded foam, protective skin sock, dan dial tensioner system
(Mid power reel M3, Boa Technology Inc., Denver, Colorado). Harga bahan-bahan
tersebut sekitar $50 USD. Bionic Hand yang diberi nama Cyborg Beast ini dinilai
memiliki beberapa kelebihan yakni harga lebih murah, ringan, penggunaan mudah,
mudah dipasang, perakitan mudah, dan secara visual menarik bagi anak-anak.
Sehingga Bionic Hand Cyborg Beast ini cocok digunakan oleh pasien anak-anak di
negara berkembang seperti Indonesia dan pasien amputasi tangan yang memiliki
sedikit akses ke layanan kesehatan. Bionic Hand Cyborg Beast ini memiliki
potensi yang signifikan untuk berdampak positif terhadap kualitas hidup dan
pemakaian sehari-hari meskipun perlu studi lebih lanjut untuk memeriksa
fungsionalitas, validitas, daya tahan, manfaat, dan tingkat penolakan dari
rancangan berbiaya rendah ini.
Saat ini, Bionic Hand merupakan hasil perkembangan
teknologi yang berdampak positif bagi kualitas hidup pasien amputasi tangan. Bionic
Hand merupakan salah satu teknologi pilihan pasien amputasi tangan karena
memenuhi aspek estetika, fungsionalitas, dan manfaat. Bionic Hand merupakan
harapan baru bagi pasien pasca amputasi tangan. Dengan Bionic Hand, pasien
amputasi tangan mampu melakukan aktivitas-aktivitas yang sebelumnya tidak bisa
mereka lakukan setelah proses amputasi tangan. Hal ini juga berdampak pada
menurunnya gangguan psikologis yang timbul karena kehilangan salah satu anggota
gerak.
Reference
Goggins, S., Phillipson , T.,
Alberti, S.J.M.M., 2017, ‘Prosthetic limbs on display: from maker to user’,
Science Museum Group Journal, Iss. 08, available
in http://journal.sciencemuseum.ac.uk/browse/issue-08/prosthetic-limbs-on-display/, viewed 4 January 2018, 20:30
Kuiken, T.A., MD, PhD, Guanglin Li,
PhD, Lock , B.A., MS, Lipschutz R.D., CP, Miller , L.A., CP, PhD, Stubblefield,
K.A., OTR, Englehart , K.B., PhD, 2009, ‘Targeted Muscle Reinnervation for
Real-time Myoelectric Control of Multifunction Artificial Arms’, JAMA, Iss.
301, available in https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/183371, viewed 4 January 2018, 17:20
Sarvestani, A.S. & Azam ,
A.T., 2013, ‘Amputation: A Ten-Year
Survey’, Journal of Trauma and Emergency Medicine, Vol. 18, available in https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3864397/ , viewed 4 January 2018, 15:30
Zuniga, J.,
Katsavelis, D., Peck, J., Stollberg, J., Petrykowski, M., Carson,
A., Fernandez, C., 2015, ‘Cyborg beast: a low-cost 3d-printed prosthetic
hand for children with upper-limb differences’, BMC Research Notes, Vol. 8,
available in https://bmcresnotes.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13104-015-0971-9#Abs1, viewed 4 January 2018, 22:25

Komentar
Posting Komentar